Wednesday, November 28, 2012

Traktir

Kenapa sih orang suka sekali minta ditraktir?

Ada teman yang ulang tahun, minta ditraktir. Ada lagi yang habis gajian, minta ditraktir. Si A menang undian, minta ditraktir. Oh bahkan, kalau ada teman yang baru jadian, minta ditraktir juga. Ckckck. Segitu mudahnya ya orang minta-minta? Meskipun bukan minta uang, tapi tetap aja judulnya "minta".

Biarkan sajalah orang-orang itu dengan rencananya. Kalau memang mereka mau mentraktir kita (berdasarkan niat dari lubuk hati terdalam), pasti akan mereka lakukan kok. Gak perlu ditagih-tagih gitu. Kalau motivasi traktir berasal dari dalam diri sendiri, pasti lebih puas rasanya, terutama bagi yang mentraktir, karena niatnya tulus; benar-benar ingin berbagi, bukan karena paksaan.

Ngomong-ngomong, kata orang, kalau di Amerika Serikat, yang berulang tahun yang ditraktir oleh teman-temannya. Kebalikan dengan budaya kita di sini, di Indonesia. Tapi saya salut dengan seorang teman saya, yang membiasakan dirinya dan teman-temannya untuk menjamu orang yang sedang berulang tahun.

Yuk ah, kita hindari yang namanya minta-minta, termasuk minta traktir. :D

Saturday, October 20, 2012

Ingin Pindah

Hidup di lingkungan yang sama selama hampir seperempat abad membuatnya dikenal dan mengenal. Orang tuanya yang memiliki reputasi baik di sana, membuatnya semakin dikenal dan mengenal. Dia besar di sana; tumbuh bersama teman-teman masa kecilnya, dan ketika dewasa, entah ke mana mereka. Sibuk. Kesibukan membuat mereka tidak lagi sering bertemu. Beberapa pun telah pergi. Ke tempat lain. Bertemu orang-orang baru.
Dia tetap di sana, dengan tukang bakso yang masih sama, dengan lima tukang becak tua yang belum juga pensiun, dengan ketua RT yang baru saja diganti setelah tujuh tahun menjabat, dengan tetangga-tetangga yang tidak berubah bahkan bercucu-cicit. Ada, satu-dua tetangga yang berganti.
Tidak ada lagi yang berubah. Oh, tentu saja ada. Ada, tapi tidak banyak. Pohon kersen di depan rumah ketua RT yang lama, sudah ditebang belasan tahun lalu. Sejak itu, dia dan teman-temannya kehilangan pohon rindang yang dulu biasa mereka panjat. Hampir semua rumah telah direnovasi. Ibunya, kini bukan lagi bendahara RT. Sebelas tahun. Sebelas tahun keuangan RT dipegang oleh ibunya. Benar-benar lingkungan yang mencintai stagnansi. Tapi dia membencinya.
Dia benci rutinitas, tapi menginginkannya. Dia mencintai kebebasan, tapi dia terikat. Dia hanya… ingin pindah.

Tuesday, October 9, 2012

Rumah



Zaman sekarang, semua serba mahal, serba komersil. Lahan terbatas, penduduk mengganas. Apartemen di mana-mana. Bagus juga, membangun ke atas, bukan ke samping. Tapi apartemen tidak abadi. Hanya 25 tahun masa kepemilikannya. Manusia ingin hidup damai dengan segala yang ia miliki, termasuk dia.
Rumah adalah jiwa baginya. Apartemen, bukan. Kaki menapak tapi melayang, jika tinggal di apartemen, katanya. Indah memang, apartemen. Tapi, mengapa harus beli apartemen jika dengan 600 juta sudah bisa mendapatkan sebuah rumah tipe 75 berlantai dua.
Kecil ya tipe 75? Iya, tapi tidak juga. 600 juta, tipe 75. Kamar tiga, kamar mandi dua. Taman di depan dan di belakang rumah, garasi, balkon, teras, dan pagar. 600 juta, tipe …. Entah tipe apa. Kamar dua, kamar mandi satu. Dapur dan ruang keluarga menjadi satu. Balkon. Tidak ada taman, garasi, teras, dan pagar. Hanya ada lorong panjang di depan “rumah”, dengan tetangga kanan-kiri yang belum tentu saling mengenal.

Yang Berkesan di OBM UI 2012



















Makasih ya, teman-teman maba 2012 kelas G-5B Orientasi Belajar Mahasiswa UI ;)
Kalian menyenangkan, meski awalnya menyebalkan :p

Selamat datang di UI!

Monday, July 30, 2012

For The Beloved One

Two days ago was my super-lovely mom's birthday. My sister and I gave her something that must be, oh... of course nothing than everything she has been giving to us.

This rainbow cake symbolize how colorful our lives.




















 And this picture describes how much we love her.






















Happy birthday, Bundo! Much hug and kiss for you :*