Monday, November 7, 2011

Mau Nyeberang Kok Susah?

Sebagai warga Depok yang telah malang melintang di dunia perangkotan sejak kecil, dengan penuh pengamatan, dapat saya simpulkan bahwa angkot-angkot di Depok sangatlah tidak tertib. Terbukti dengan berhenti sembarangannya mereka di jalan raya sehingga menyulitkan para pejalan kaki untuk menyeberang.

Sebagai informasi, Depok ini sangat miskin Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), sehingga zebra cross menjadi fasilitas utama para pejalan kaki untuk menyeberang. Sayangnya, menyeberang di zebra cross pun tidak efektif karena seringkali kendaraan yang melintas tidak mengerti bahwa ada pejalan kaki yang ingin menyeberang melalui zebra cross itu. Salah satu kendaraannya adalah angkot. Sebenarnya sih, tidak mengertinya mereka juga disebabkan oleh tidak adanya lampu penyebrang jalan. Ah, tapi... apapun alasannya, tetap aja nggak pengertian.

Dengan segala keserakahannya, angkot menyita hampir setengah badan jalan karena berhenti sembarangan, termasuk berhenti di zebra cross. Yaa... berhubung sebisa mungkin saya berusaha untuk nyebrang di zebra cross, jadi kesal kalau langkah saya terhalang oleh angkot. Makanya, untuk para pengguna jalan.. Yuk yuk tertib lalu lintas! Seperti yang @TMCPoldaMetro tuliskan dalam salah satu tweet-nya malam ini: "Mari tertib & disiplin lalu lintas. Berhentilah di blkg Zebra Cross. Ingat, pada jalur itu ada hak penyeberang jalan."

3 comments:

Ecky Agassi said...

mari kita mencoba untuk lebih tertib,

semoga masyarakat Indonesia bisa lebih dewasa dalam bersikap, aamiin

dhay said...

aamiin. mari bung ecky! kuncinya dari diri sendiri sih yaa. *glundung glundung*

Rendra said...

di Depok juga miskin Trotoar untuk pejalan kaki. hmm..... ke mana ya pemimpinnya??? gak pernah jalan kaki kali...